Baru 90 Dapur MBG Punya IPAL, Ratusan SPPG di Sukabumi Beroperasi Tanpa Pengaman Limbah

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Kabupaten Sukabumi, baru sekitar 90 dapur yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, mengakui capaian tersebut masih jauh dari ideal. Dari total sekitar 356 dapur SPPG, baru sekitar 40 persen yang dinilai memenuhi ketentuan pengolahan limbah.

“Untuk IPAL yang benar-benar sesuai, kami akui baru sekitar 40 persen. Sisanya masih dalam proses,” ujarnya, Selasa (5/5/2026) dini hari saat mendampingi giat monitoring Anggota DPR RI Heri Gunawan ke MBG di wilayah Caringin Sukabumi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat ratusan dapur lainnya tetap beroperasi meski belum dilengkapi sistem pengolahan limbah yang memadai. Potensi pencemaran lingkungan pun menjadi konsekuensi yang tidak bisa diabaikan.

Sandi menjelaskan, pemasangan IPAL bukan pekerjaan sederhana. Setiap lokasi membutuhkan survei teknis serta penyesuaian kondisi lapangan, sehingga prosesnya bisa memakan waktu hingga satu bulan.

“Pemasangan IPAL harus dicek dulu lokasinya, disesuaikan dengan kondisi. Tidak bisa instan,” katanya.

BGN sendiri mengklaim telah berkoordinasi untuk mempercepat pemasangan IPAL. Selain itu, kewajiban lain seperti dokumen lingkungan juga tengah didorong untuk segera dipenuhi oleh seluruh mitra pengelola dapur.

Menurut Sandi, persoalan limbah menjadi salah satu keluhan utama masyarakat di sekitar dapur MBG. Karena itu, percepatan pemasangan IPAL menjadi prioritas agar dampak lingkungan dapat ditekan.

“Ini salah satu problem terbesar yang sering dilaporkan masyarakat, soal pencemaran,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa beberapa dapur yang telah dilengkapi IPAL menunjukkan hasil yang cukup baik. Bahkan, air limbah yang dihasilkan dinilai sudah aman dan tidak mencemari lingkungan.

Namun dengan mayoritas dapur masih dalam tahap proses, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan percepatan tanpa mengorbankan standar.

BGN menargetkan seluruh dapur SPPG di Sukabumi sudah dilengkapi IPAL dalam dua bulan ke depan.

“Target kami Agustus sudah 100 persen terpasang,” tegas Sandi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB

HEADLINE

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:00 WIB