Tradisi Perayaan Idul Fitri di Sukabumi ‘Matikan’ Ancaman Corona

Minggu, 24 Mei 2020 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Halal bi halal dan nyekar (ziarah ke kuburan, red), dua di antara banyaknya tradisi umat Muslim selepas Ramadan, sangat terasa dijalani sebagian warga Sukabumi. Pagebluk virus corona atau Covid-19 seakan tenggelam dan termatikan oleh perayaan “ritual warisan” leluhur secara turun-temurun tersebut. 

Dua tradisi itu kebanyakan dilakukan masyarakat tepat pada 1 Syawal. Menandakan berakhirnya bulan suci Ramadan. Tahun ini, meski sampar virus corona mengintai, tak menyurutkan masyarakat untuk kembali merayakan dua tradisi itu.

Nyekar atau ziarah ke kuburan merupakan salah satu tradisi di hari Idul Fitri. YOGA/jurnalsukabumi.com

Selepas menunaikan Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah, Minggu (24/05/2020), mobilitas warga mulai tampak “menyesaki” berbagai lokasi. Jalan-jalan yang sedari pagi relatif sepi, mendadak ramai oleh mobilitas kendaraan serta hilir-mudik warga.

Tentu saja dan sudah menjadi tradisi menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri, halal bi halal dan nyekar, sejatinya diwarnai rasa kemenangan, kegembiraan, dan sukacita. Wajar, sebulan penuh rampung dalam menjalankan ibadah bulan fitri hingga memupuk mengendalikan hawa nafsu. 

“Halal bi halal ini merupakan momen silaturahim setahun sekali. Kebetulan orangtua kan rumahnya agak jauh, tapi masih satu kecamatan, jadi sama suami dan anak-anak sengaja sungkem untuk mohon maaf dan saling bermaaf-maafan,” ujar Hana Agustina (30), warga Kampung Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Ibu berkerudung dengan dua anak ini mengaku tidak khawatir beraktivitas di tengah pandemi Covid-19. Disadarinya Kecamatan Cicurug, satu dari 13 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan untuk menendang virus yang sudah banyak memakan nyawa. 

Hana tahu percis, Cicurug merupakan pintu gerbang dari kawasan Bogor dan Jakarta yang saat ini menapaki status PSBB gelombang kedua, mulai ditetapkan Rabu (20/05/2020) dan berakhir pada 29 Mei mendatang.

Penetapan PSBB di kabupaten terluas ke-2 di Jawa ini merupakan lanjutan dari PSBB sebelumnya, berlaku sejak 6 Mei sampai 19 Mei lalu, bersamaan dengan 26 kota/kabupaten se-Jawa Barat. 

Dari hasil evaluasi Pemprov Jabar dari pemberlakuan PSBB gelombang satu , wilayah yang dipimpin Marwan Hamami-Adjo Sardjono berada di level kewaspadaan 3 atau zona kuning. Artinya, mobilitas warga sedikit dilonggarkan boleh meningkatkan kegiatan 60 persen dengan tetap jaga jarak dan melaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Selain Kecamatan Cicurug, PSBB tahap dua di Kabupaten Sukabumi berlaku di Kadudampit, Sukabumi, Cisaat, Sukaraja, Sukalarang, Gunungguruh, Cibadak, Cidahu, Palabuhanratu, Parungkuda, dan Cikembar. Ditambah Desa Tegalpanjang Kecamatan Cireunghas, dan Desa Bojonggaling Kecamatan Bantargadung.

“Tapi sebisa mungkin waspada ikutin anjuran pemerintah, tetap pakai masker dan jaga jarak. Sehabis dari orangtua, mau halal bi halal ke keluarga dan kerabat dekat saja,” ujar Hana.

Anjuran pemerintah untuk silaturahmi secara virtual pada Idul Fitri di saat Covid-19, bagi Hana, bukan ogah untuk menjalankannya. Bisa jadi “pelanggaran” anjuran pemerintah ini juga dilakukan kebanyakan warga lainnya. 

Sebab, tradisi halal bi halal saat Lebaran kerap dipenuhi rasa emosional. Saat saling meminta maaf tak jarang dibanjiri derai air mata. Terpenting lagi, kemaafan antar sesama di momen Lebaran merajut tali silaturahmi dan persaudaraan. Di samping dan lebih penting lagi untuk mendapatkan kemaafan dari Ilahi. 

Lagi-lagi, ancaman pandemi global Covid-19 seolah mati dengan tradisi sehabis Ramadan, yakni nyekar. Selepas menunaikan salat sunah mu’akad dua rakaat dan halal bi halal, warga berziarah ke kuburan keluarga atau kerabatnya yang sudah meninggal. 

“Pas sudah beres Salat Id, baru mulai ramai pengunjung. Dari mana-mana, tapi kebanyakan warga sekitar sini,” ungkap Bodeng (40), tukang parkir di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cimalati, Desa Pasawahan, Cicurug. 

Pantauan jurnalsukabumi.com di lokasi, sekitar pukul 10.00 WIB, tampak kendaraan roda empat maupun dua milik pengunjung TPU Cimalati berjejer. Kendaraan-kendaraan itu terparkir di pinggir jalan raya. 

Mereka berziarah untuk mendoakan keluarga atau kerabatnya tepat di atas kuburannya. Kebanyakan dari mereka mengenakan masker. Terlihat pula beberapa pedagang, bakso salah satunya, sibuk melayani pembeli dari keluarga pengunjung.

“Kalau tahun lalu mah lebih ramai. Sekarang gara-gara corona berkurang, jadi keluarga peziarah engga mudik kali,” timpal Bodeng.

Ada pula yang ketiban rezeki dari banyaknya peziarah, yakni pedagang bunga. Bunga berbagai jenis dan berwarna-warnu itu dijual per kantongnya Rp10 ribu.

Reporter: Yoga || Redaktur: Jon Digos

Berita Terkait

Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Dikeluhkan Warga
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat
Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan
Ekonomi Lemah Masuk Desil Tinggi, Potret Data Tak Lagi Sesuai Realitas di Sukabumi 
Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 15:35 WIB

Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Dikeluhkan Warga

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia

Jumat, 25 September 2026 - 15:02 WIB

Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara

Kamis, 24 September 2026 - 17:03 WIB

Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Perahu Nelayan Hampir Tenggelam di Perairan Palabuhanratu, Ikan Pepetek Berhamburan

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam